KENAL THOLE (1)
Di bagian ini sy akan banyak menulis tentang anak sy. Sebut saja dia dengan "Thole". Anak kami satu2nya dan anak yang sangat unik. Saat ini usianya jelang 19th. Udah dewasa ya? udah kuliah di tahun pertama. Thole hadir di kehidupan kami di tahun ke 5 pernikahan kami. Gak ada planning apa2, cuma waktu itu sih sy cuma maunya 1th di awal pernikahan gak ada anak dulu, maunya pengen menikmati masa2 berduaan dulu. Eeeeee....gak taunya bablas deh sampe tahun ke 5. Dia jg hadir tanpa kami planning jg. Kami gak ngoyo jg harus segera hamil n punya anak. Kami jalanin semuanya dengan santai, dikasih ya alhamdulillah, gak jg gpp. Prinsip kami adl bahwa kebahagian sebuah pernikahana tidak ditentukan oleh kehadiran seorang anak. Anak itu adalah pelengkap aja...[elengkapa sebagai apa? Ya tentunya harapannya adl pelengkap kebahagiaan n pelengkap kesuksesan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Itu idealnyaaaa...tapi gak sedikit juga hadirnya anak rumah tangga sering diterjang ombak n badai. Tapi itu semua pada akhirnya tergantung dari bagaimana kita masing2 mejalankan kapal rumah tangga itu sendiri. Bagi kami, hadirnya thole adl sebagai pelengkap kebahagiaan sekaligus memberikan kami tanggung jawab lebih atas kelangsungan hidupnya.
OK! Singkatnya thole bertumbuh n berkembang secara normal dari usia 0 sampai saat ini sebagai dewasa muda. Namun, perjalanan tubangnya penuh warna warni bagaikan rollercoaster. Kalo ingat masa2 itu, sy seperti ingin menghela nafas "akhirnyaaaaa...", terlewati jg masa2 itu. Ya, thole adl anak yg enerjik sekali di masa kecilnya, banyak pergerakan dalam diamnya. Tapi, kalo udah tanya ini itu gak akan berhenti henti. Sering sekali tantrum n mood swing. Sebagai ibunya sy harus sering kali mengatur mental menghadapi thole keci ini, biar tetep waras hahaha...๐๐. Dan tiba di titik sy cukup kewalahan menghadapi dia dengan sifat "ngeyelnya". Dia akan kekeh marikeh untuk mempertahankan argumen n kemauannya. Dan kami buka lah tipe ortu yang akan menuruti kemauannya untuk meredam suasana biar semuanya cepat selesai. Bukan karena dia anak kami satu2nya kami akan selalu menuruti maunya. Karena ada suatu peristiwa di sekolah, ang akhirnya sy putuskan membawa thole ke profesional, yi, seorang konselor/terapis keluarga utk observasi n melakukan assessment pada thole. Waktu itu cukup kesulitan bagi sy menemukan psikolog yg tepat yang menggunakan bahasa inggris. Pada saat kami awal2 tinggal di bangkok, masih belum semudah saat ini menemukan profesional yang fasih berbahasa inggris. Pencarian via internet mempertemukan sy dengan konselor tsb. Sy melihat thole itu pintar tapi koq ngeyelan n mudah tantrum. Di situlah sy sering bertanya. Kenapa??? Sependek yg sy tau, pada saat itu, anak pinter = mudah dikasih tau = manutan. Tapi ini koq enggak ya?๐
Selanjutnya stelah sy temui konselor tersebut apa hasil dr observasi n assessment? Lanjut di cerita berikutnya ya..., sy kudu beberes kost2an dulu. Iyaaaa...kami sekarang sebut "kost" utk tempat tinggal kami sejak thole kuliah n tinggal terpisah dr kami (nanti ada ceritanya jg tentang ini). Kami pindah ke condo yg lebih kecil n mdekati kantor suami yg berjarak 2km dr kami tinggal. Jadi, ke kantor bisa jalan๐ถato ๐ด pp. Lumayan kan tiap hari paling gak 4km itu kalo gak pake mampir2 dulu ya pulangnya. Jadi biar lebih irit dari segalanya, ya biaya sewa, transport, dll..., toh kami tinggal berdua aja kan? Kelebihan biaya sewa n transport malah bisa dialokasikan utk bayar kuliah thole. Itu yg kebih penting bagi kami. Pendidikan utk anak kami lenih peting n mjadi prioritas drpd mempertahankan life style. Makanya kami pindah ke condo yg ukurannya lebih kecil. Cukup 1 kamar tapi yg penting fasilitas di sekitaran gedung comdo kami full fasilitas. Lokasi lenih ke pinggir tapi lebih nyaman.


Comments
Post a Comment